Chart Live

Showing posts with label 3000 BC. Show all posts
Showing posts with label 3000 BC. Show all posts

Hwanung

Hwanung (환웅; 桓雄) (Wakil Dewa Tertinggi) merupakan seorang figur penting di dalam sebuah mitologi asal Korea. Ia memainkan peranan sentral di dalam kisah Dangun Wanggeom (단군왕검; 檀君王儉), pendiri legendaris Gojoseon, kerajaan pertama di Korea. Hwanung adalah putra Hwanin (환인; 桓因), "Dewa Langit". Bersama dengan para menterinya awan, hujan, dan angin, ia menginstitusi kode-kode hukum dan moral dan mengajarkan manusia berbagai seni, obat-obatan dan pertanian.
 Kreasi Mitos

Menurut kreasi mitos Dangun, Hwanung merindukan untuk tinggal di bumi di antara bukit-bukit dan pegunungan. Hwanin mengijinkan Hwanung dan 3000 pengikutnya untuk berangkat dan mereka turun dari langit ke pohon cendana di Gunung Baekdu, yang kemudian disebut Gunung Taebaek (태백산; 太伯山). Disana Hwanung mendirikan Sinsi (신시; 神市, "Kota Dewa") dan memberi dirinya sendiri sebuah gelar Raja Langit. Di sebuah goa dekat pohon cendana tinggal seekor beruang dan seekor harimau yang datang setiap hari ke pohon itu untuk berdoa kepada Hwanung. Suatu hari Hwangung memberi beruang dan harimau itu dua puluh umbi bawang putih dan beberapa mugwort dari surga. Hwanung menjanjikan bila mereka hanya memakan bawang putih dan mugwort yang ia berikan dan tinggal di dalam goa dan tertutup dari matahari selama seratus hari maka ia akan membuat mereka menjadi manusia.[1]

Beruang dan harimau itu setuju dan mereka kembali ke dalam goa, namun sang harimau itu sangat kelaparan dan tidak sabar menunggu, ia lalu pergi meninggalkan goa tersebut sebelum seratus hari. Namun sang beruang tetap tinggal dan pada hari ke seratus satu ia berubah wujud menjadi seorang wanita yang cantik, yang dengan senang hati memberikan Hwanung persembahan. Dengan lewatnya waktu wanita tersebut menjadi kesepian dan berdoa pada Hwanung agar ia diperbolehkan memiliki seorang anak. Hwanung menjadikannya sebagai istrinya dan memberi nama putranya Dangun, sebuah nama yang memiliki dua arti: "Pangeran Altar" dan cendana. Dangun akhirnya sampai di P'yongyang dan mendirikan Gojoseon disana.
http://id.wikipedia.o


Astiina, by: Amie Suzako

Nuh, Noah, Nahm

Noah (Hebrew: נוֹחַ, Noah; Tiberias: נֹחַ; Arabic: نوح) (about 3993-3043 BC) was an apostle recounted in the Torah, the Bible and the Koran. Noah was appointed prophets around the year 3650 BC. It is estimated that she lived in the South region of modern Iraq. His name is mentioned as much as 58 times in 48 verses in the New Living Translation 9 books and 43 times in the Quran.

According to the Qur'an, he had four sons namely Kan'ān, Shem, Ham, and Japheth. But the Bible records, he has 3 sons Shem, Ham, and Japheth. Genesis records, in his time the flood that covered the entire earth; only family she (his wife, three sons, and third-law) and the animals in the ark that Noah survived the flood. After the flood subsided, Noah's family returned to repopulation of the earth.

Suyuti tells us that Noah's name is not derived from the Arabic, but from the language of Syria, which means "grateful" or "always be grateful". The judge said he called Noah because of frequent crying, real name is Abdul Ghafar (Servant of the Most Forgiving).

While according to the story of Noah Torah's real name is Nahm which later became the name of a town, the grave of Noah was in the village of al Waqsyah Nahm built area.

Noah gets the title of God as the prophet of God and Abdussyakur which means "servant (of God) is most grateful".

Maszanet.blogspot.com