Chart Live

Showing posts with label Indicator. Show all posts
Showing posts with label Indicator. Show all posts

Analisa Teknikal


Terlepas dari pembelajaran trading, sebagian besar dari kita memiliki sedikit masalah pada pergerakan harga. Sebagai satu-satunya penentu keuntungan atau kerugian, sayangnya, pergerakan harga tidak dapat diduga. Kita mungkin memiliki pembenaran pada analisis dan strategi Forex, tetapi jika kita tidak dapat mengonfirmasi strategi dan analisis terhadap pergerakan harga dengan benar, strategi dan analisis yang kita lakukan akan menjadi sia-sia.


Pivot Point dan Support dan Resistance

Para trader profesional dan mereka yang telah berpengalaman sering menggunakan pivot point guna mengidentifikasi level-level support dan resistance yang potensial. Kenapa titik-titik pivot ini begitu menarik? Jawabnya karena cukup obyektif dibandingkan leading indicator yang lain. Pada dasarnya pivot point adalah suatu level harga dimana bisa ditentukan level-level support dan resistance pada suatu periode tertentu.

Penggunaan pivot point oleh para trader hampir sama dengan penggunaan level Fibonacci retracement, dalam hal hampir semua pelaku pasar memperhatikan level-level tersebut dalam memprediksi arah pergerakan harga. Hanya perbedaannya untuk menentukan titik swing high dan swing low pada level-level Fibo retracement masih ada unsur subyektif, tergantung dari analisa trader masing-masing. Untuk menentukan pivot point berikut level-level support dan resistance-nya, para trader forex menggunakan metode yang sama.

Pivot point khususnya berguna bagi trader jangka pendek atau trader harian yang bermaksud mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang tidak begitu besar. Seperti halnya metode trading yang mengandalkan level-level support atau resistance, trader bisa menggunakan cara bouncing atau cara breakout pada level-level tersebut. Dengan cara bouncing trader mencoba menentukan level pembalikan arah (reversal), sedang trader yang gemar bermain breakout mencoba mengidentifikasi level support atau resistance sebagai acuan terjadinya break pada level tersebut. Selanjutnya mereka akan membuka posisi buy atau sell dekat dengan level-level tersebut.

Berikut contoh pivot point dan level-level support dan resistance pada chart EUR/USD 1-hour:


   


PP adalah pivot point, R1 adalah level resistance pertama, R2 resistance ke 2, S1 level support pertama, S2 level support ke 2, dan seterusnya.

Menentukan pivot point dan level-level support dan resistance

Untuk menentukan level-level support dan resistance, pertama kali kita mesti menentukan pivot point. Pivot point ditentukan berdasarkan harga tertinggi, terendah dan penutupan pada hari sebelumnya. Pada umumnya trader menggunakan acuan penutupan pasar New York, yaitu pada jam 4:00 p.m EST atau sekitar jam 4:00 pagi WIB.

Pivot point (PP) = (harga tertinggi + harga terendah + harga penutupan) / 3

Level resistance pertama (R1) = (2 x PP) - harga terendah
Level support pertama (S1) = (2 x PP) - harga tertinggi
Level resistance ke 2 (R2) = PP + (harga teringgi - harga terendah)
Level support ke 2 (S2) = PP - (harga tertinggi - harga terendah)
Level resistance ke 3 (R3) = harga tertinggi + 2 x (PP- harga terendah)
Level support ke 3 (S3) = harga terendah - 2 x (harga tertinggi - PP)

Perlu diketahui Anda tidak harus menghitung PP atau level-level support dan resistance setiap kali trade, saat ini sudah banyak platform trading yang menyediakan indikator pivot point harian dan bisa langsung diterapkan, termasuk platform trading populer Metatrader. Hanya saja Anda mesti mengatur waktu penutupan berdasarkan jam acuan yang digunakan broker Anda.

Intermediate level

Intermediate level atau mid point level adalah level-level pertengahan antara PP dan S1, S1 dan S2, S2 dan S3, juga antara PP dan R1, R1 dan R2, R2 dan R3.


   


Intermediate level
adalah level-level acuan yang kadang-kadang digunakan bila jarak PP ke S1 atau S1 ke S2 dan seterusnya cukup besar. Sering pada level-level intermediate tersebut pergerakan harga bouncing (seperti gambar contoh diatas), oleh sebab itu level intermediate sering dianggap sebagai level support atau resistance mini.
Akan sangat berguna bagi seorang trader apabila memiliki gambaran yang akurat serta mengetahui dengan pasti kemana harga akan bergerak dari pasar trading sebelumnya. Ada sebuah teknik trading yang disebut dengan pivot point, yang dapat membantu trader untuk melihat arah pergerakan harga tersebut.

Teknik itu melibatkan tidak hanya pengamatan tetapi juga perhitungan atau rumus. Pada artikel sebelumnya, kita sudah mengenal definisi pivot beserta contoh perhitungannya. Sekarang, kami akan memfokuskan bahasan menjadi lebih spesifik lagi, yaitu tentang pivot point support dan resistance-nya.

Seperti yang kita telah ketahui, pasar Forex merupakan pasar yang dibuka selama 24 jam penuh. Tidak heran, jika di dalamnya, terdapat trading dalam jumlah yang tak terbatas ruang dan waktu. Sehingga, dalam trading Forex ini, segala hal harus dipertimbangkan baik-baik, seperti pada saat kita membuka dan menutup transaksi, serta tinggi dan rendahnya harga.



Berbicara tentang patokan waktu yang akurat, Anda bisa memulai dari pukul 00:00 GMT sampai dengan pukul 23:59 GMT. Selain menggunakan perhitungan PP, terdapat tingkat support dan resistance yang bisa dihitung sebagai bahan referensi untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Rumus :
Support 1 (S1) = (PP * 2) - H

Resistance 1 (R1) = (PP * 2) - L
Support 2 (S2) = PP - (R1 - S1)
Resistance 2 (R2) = PP + (R1 - S1)

Dimana, H adalah titik high atau tinggi dari periode sebelumnya dan L adalah titik low atau rendah dari periode sebelumnya. Mari kita praktekan perhitungan dengan menggunakan rumus diatas, misalnya:
Buka: 1,2386
Tinggi: 1,2474
Rendah: 1,2376
Tutup: 1,2458
PP = 1,2439

Maka:
S1 = (1,2439 * 2) - 1,2474 = 1,2404
R1 = (1,2439 * 2) - 1,2376 = 1,2502
R2 = 1,2439 + (1,2636-1,2537) = 1,2537
S2 = 1,2439 - (1,2636-1,2537) = 1,2537

Tingkat-tingkat tersebut merupakan level support dan resistance untuk sesi saat ini. Pada contoh di atas, PP dihitung dengan menggunakan informasi dari sesi sebelumnya (hari sebelumnya.) Dengan cara ini, Anda bisa melihat kemungkinan tingkat support dan resistance dalam satu hari itu. Tetapi, dengan menggunakan rumus diatas, Anda juga dapat menghitung PP berdasarkan informasi dari minggu atau bulan sebelumnya. Dengan melakukan itu, kita dapat melihat sentimen pasar dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Selain itu juga, Anda dapat melihat level support dan resistance yang mungkin terjadi sepanjang minggu atau bulan. Menghitung PP untuk jangka waktu seminggu atau sebulan biasanya dilakukan oleh trader jangka panjang, namun jika Anda adalah trader jangka pendek, tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan perhitungan ini juga, dan hasilnya nanti, dapat Anda gunakan sebagai wacana, seperti apa trend jangka panjang itu.

Seperti yang telah disebutkan di atas, zona pivot point adalah teknik yang digunakan oleh trader dan bekerja hanya karena banyak trader dan investor yang menggunakan serta mempercayainya. Yang perlu diingat, sulit untuk bergantung pada pivot jika melakukan open secara membabi buta hanya karena formula muncul dan keluar dari tingkat saat itu.
Sumber:
earnforex.com
Ame Suzako

Fibonacci

Dalam perdagangan sehari-hari, seringkali ada banyak pertanyaan yang muncul, mengenai bagaimana caranya untuk mengetahui seberapa jauh pergerakan mata uang, yang mungkin dapat melanjutkan trend. Pertama-tama, kita harus menyadari bahwa tidak ada yang tahu persis, seberapa jauh pasangan mata uang yang mungkin dapat meneruskan suatu trend, atau seberapa lama sideway akan berlangsung. Namun, ada alat yang dapat digunakan untuk mendapatkan sedikit solusi mengenai pertanyaan tersebut. Alat tersebut dinamakan sebagai alat fibonacci. Mari kita lihat grafik 4 jam pasangan GBPCHF berikut ini:


Karena grafik pasangan ini berada dalam kondisi downtrend, kita tahu yang akan kita fokuskan adalah mencari kesempatan untuk menjual pasangan mata uang ini, karena hal itu merupakan probabilitas trade yang mungkin bisa dilakukan saat ini. Sebagai contoh, mari kita lihat pergerakan trend bearish yang baru-baru ini terbentuk di antara titik A dan titik B dalam chart.

Apabila dari kondisi downtrend mulai terlihat bahwa harga bergerak kembali (pembalikan harga) ke atas, sebagian trader mungkin akan bertanya-tanya, pada titik yang manakah, gerakan upside itu akan melemah atau melambat? Informasi itu berguna karena sesaat setelah gerakan tersebut melambat, para trader dapat dengan sistematis mengatur pasangan mata uang tersebut agar dapat kembali normal ke arah trend harian.

Meskipun tidak ada indikator atau alat trading yang dapat memprediksi secara akurat, biasanya pembalikan harga akan terjadi saat retracement akan berakhir. Dan alat Fibonacci ini rupanya, dapat membantu trader pada situasi rumit seperti ini. Caranya, dengan mengamati, tiga garis tingkat yang disediakan, untuk memantau trading apakah ada pembalikan trend atau tidak.

Dengan menarik garis fibo ke arah titik A (Swing High) dan B (Swing Low), kita dapat melihat bahwa tiga tingkat retracement fibo yang utama, ditempatkan pada chart, pada tingkat 38,2%, 50,0%, dan 61,8%. Ini adalah tingkat yang akan digunakan sebagai alat pemantau harga kedepan. Begitu sebaliknya, jika trend ternyata naik, maka penarikan garis dapat diterapkan sebaliknya, yaitu dengan cara menarik garis dari titik B ke titik A.

Idealnya, kita harus mencari suatu retracement untuk tingkatan di kisaran 50% atau lebih baik lagi pada tingkat 61,8%. Semakin jauh harga terlacak sebelum melambat, semakin besar kemungkinan pasangan mata uang bergerak turun, dan selanjutnya bergerak sesuai dengan arah harian trend. Disini, kita bisa melihat bahwa harga bergerak sesuai yang diharapkan, dan terlihat berada diatas tingkat 61,8 %, sebelum kemudian memulai untuk melakukan pergerakan kuat menuju down trend.

Bila menggunakan alat Fibonacci ini, disaat harga masih sedang downtrend (seperti yang terlihat pada chart), sebaiknya carilah harga yang berada pada tingkat 50% atau diatasnya. Semakin tinggi semakin baik. Karena dalam contoh, ada beberapa sumbu panjang di tingkat 61,8%, sehingga berdasarkan itu, trader dapat memutuskan untuk trade pada saat penutupan candle tepat diatas sumbu tertinggi.

Meskipun terlihat sempurna, metode ini tetap tidak bisa disebut metode yang paling ampuh untuk melakukan transaksi. Harus diingat, bahwa metode ini hanya bersifat membantu. Sehingga tidak ada salahnya untuk dipakai dalam trading Anda. Selain itu, metode ini juga cukup mudah dan menyenangkan untuk digunakan. Hal itu karena, alat Fibonacci ini memberikan beberapa informasi yang penting dan cukup berguna bagi trader, terutama bagi trader yang mencoba untuk mendapatkan cara termudah mengenai masalah tingkat retracement yang mungkin akan terjadi.
Pada beberapa penggunaan level, biasanya terdapat tingkatan angka fibo yang paling penting. Tingkat Fibonacci retracement memiliki persentase yang dianggap paling penting oleh pedagang adalah: 38,2% dan 62,8%. Sedang persentase retracement lainnya yang agak penting adalah : 75%, 50%, dan 33%. Jadi bagaimana pedagang dapat menggunakannya?



1. Sebagai Penentu Stop LossJika tiga atau lebih tingkat harga Fibonacci datang bersama-sama, stop loss dapat ditempatkan di atas area yang menunjukkan area yang penting yaitu support atau resistance.



Mengatur perdagangan stop loss menggunakan Fibonacci retracement memungkinkan para pedagang untuk mengatur pra exit point, sehingga mereka dapat keluar dari pasar jika salah posisi. Ini berarti mereka dapat melakukan trading dengan cara disiplin dan melindungi ekuitas akun.

2. Sebagai Penentu Pembukaan PosisiTergantung pada risiko trader ingin mengambil sebuah angka perdagangan Fibonacci dapat memberikan ukuran posisi yang akan diambil, dalam hal ini bisa mengaudit risiko yang trader ingin gunakan.

3. Sebagai Penentu Tingkat keuntunganSetelah pola teridentifikasi terhadap harga maka pedagang dapat melihat pada tingkatan Fibonacci untuk mengunci keuntungan. Jadi, mereka memungkinkan untuk memiliki spesifik stop loss dan tujuan keuntungan di awal.



Pedagang kemudian dapat menggunakannya untuk mengunci keuntungan dan mengurangi kerugian seminimum mungkin, yang berefek penting pada profitabilitas jangka panjang.
Sumber:
earnforex.com
Ame Suzako

Relative Strength Index ( RSI )

Para pengagum RSI selalu membayangkan betapa mudahnya memakai indikator tersebut. Betapa tidak, RSI selalu dikaitkan tentang pola harga jenuh dan gambaran harga yang bisa dilihat sebagai batas low atau high pada saat trend berlangsung. Dengan adanya RSI, tugas trader dalam menganalisis terbantu. Bagaimana penggunaannya? Yuk, simak ulasan di bawah ini.

RSI mulai diperkenalkan pertama kali oleh J. Welles Wilder pada tahun 1978 pada bukunya "New Concepts in Technical Trading Systems". Nilai dari RSI berada pada kisaran 0-100. RSI sendiri merupakan indikator yang membandingkan momentum harga yakni antara nilai pada saat ini terhadap daya tarik losses yang terjadi.



RSI mirip dengan stochastic dalam mengidentifikasi kondisi over-bought dan over-sold di pasar. Skalanya memang dimulai dari 0 hingga 100. Tapi biasanya orang-orang akan menyakini jika angka dibawah 30 berarti menunjukkan over-sold, sementara angka lebih dari 70 mengindikasikan over-bought.





Cara membaca RSI cukup sederhana yaitu pada poin 50-nya, seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini:
1. Kondisi Over-bought: apabila RSI meninggalkan poin 50 dan mengarah titik 75 maka dapat diindikasikan harga sedang naik dan biasanya akan kembali turun setelah dekat atau sampai pada poin 75.

2. Kondisi Over-sold: apabila RSI meninggalkan poin 50 dan mengarah poin 25, ini berarti harga sedang turun dan biasanya akan kembali naik setelah dekat dengan poin 25. Kembali naik ini sering disebut "dalam kondisi oversold".

Sementara, ketika Anda ber-trading menggunakan RSI, entry point-nya adalah:
  • Buy ketika market oversold dan muncul candle jenis reversal seperti hammer, inverted hammer atau candle piercing.
  • Sell ketika market overbought disertai munculnya candle jenis reversal seperti Shooting star atau hanging man.
RSI selain untuk mengetahui kondisi overbought atau oversold  juga dapat membantu Anda untuk mengetahui: divergence positif atau negatif dan momentum pergerakan harga.


Divergence Positif atau Negatif


Sama seperti MACD, RSI juga dapat digunakan untuk menentukan divergence positif maupun negatif.


The Centerline Crossover (Momentum)


Seperti juga pada MACD yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan momentum kenaikan/penurunan harga, RSI juga dapat digunakan untuk hal yang sama. Bedanya, jika pada MACD crossover terjadi pada garis nol maka pada RSI pada garis 50.
Referensi:
http://ifx.web.id
Ame Suzako

Stochastics

Stochastics dapat digunakan untuk menemukan entri yang lebih baik dalam tren pasar. Secara teknis, trader dapat menggunakan strategi divergensi perdagangan. Biasanya, trader yang menggunakan indikator Stochastics mengamati osilator untuk mengetahui overbought/oversold dan crossover momentum. Langkah ini tepat dan sangat berguna terlebih ketika harga sedang konsolidasi. Lalu bagaimana jika pasar mengalami tren? Inilah saatnya Anda menggunakan divergensi.

Di bawah ini, Anda dapat melihat grafik harian EURGBP yang mengalami kenaikan sebanyak 712 pips dalam lima bulan terakhir. Karena momentum harga telah naik begitu cepat, Anda dapat beralih ke strategi divergensi tersembunyi untuk mengidentifikasi titik entri yang potensial.


Ketika harga EURGBP mengalami kenaikan, Stochastics juga naik. Terkadang ada perbedaan yang tidak terlihat atau tersembunyi di market yang sedang bullish. Hal ini bisa saja terjadi jika harga bergerak naik lebih cepat daripada gerak indikator yang kita pakai.

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mulai menganalisis perbedaan tersembunyi dalam uptrend tersebut, kita perlu mengidentifikasi posisi titik terendah saat ini. Dalam uptrend, titik terendah harus terlihat pada grafik kemudian kita bandingkan dengan Stochastics. Di bawah ini kita bisa melihat bahwa indikator membuat serangkaian titik rendah. Itulah perbedaan yang tersembunyi!


Penting untuk dicatat bahwa indikator dapat terus menunjukkan overbought dan oversold dalam jangka waktu yang lama. Anda juga perlu mencermati bahwa perdagangan divergensi yang memiliki potensi untuk berkembang dalam jangka waktu yang lebih lama. Karenanya, trader disarankan untuk menggunakan stop order sehingga terhindar dari resiko kerugian yang besar. Salah satu metode yang bisa diterapkan dalam uptrend adalah menempatkan SL di dekat ayunan harga terendah saat ini.

Sumber:
Dailyfx.com
Ame Suzako

Moving Average Convergence / Divergence atau ( MACD )

Indikator teknikal moving average convergence/divergence atau MACD sangat populer dan banyak digunakan oleh para trader di pasar forex. Ada beberapa versi tampilan MACD dalam platform trading namun pada dasarnya mewakili parameter yang sama. Tampilan versi standard platform Metatrader menggunakan area untuk menyatakan MACD, namun versi garis lebih populer karena mudah untuk diamati. Indikator ini dibuat oleh Gerald Appeal pada tahun 1979 dan dalam waktu singkat mendapat sambutan dari berbagai kalangan karena dinilai sederhana dan fleksibel.

Pada dasarnya MACD menunjukkan arah trend dan momentum pasar. Secara umum MACD digunakan sebagai:
- pengukur kekuatan trend yang sedang terjadi
- pengukur momentum pasar, apakah kondisinya telah overbought atau oversold
- indikator apakah sedang terjadi divergensi bullish atau bearish. Fungsi ini cukup populer karena hasilnya bisa akurat bila sinyalnya terjadi bersamaan dengan momentum pasar yang overbought atau oversold.

Komponen utama MACD

MACD adalah selisih antara nilai exponential moving average (ema) periode 12 dengan ema periode 26. Nilai parameter ini adalah yang direkomendasikan dan selalu digunakan. Selisih nilai ini bisa ditampilkan dalam bentuk garis atau area seperti tampilan pada platform Metatrader (lihat gambar dibawah). Selain garis atau area MACD sebagai komponen utama, untuk mengetahui momentum buy atau sell yang tepat digunakan garis signal (signal line) yang adalah simple moving average nilai MACD dengan periode 9. Garis signal ini dibuat untuk memperhalus MACD.



Seperti tampak pada gambar diatas, area MACD melebar ketika jarak antara ema-12 dan ema-26 melebar. Jika ema-12 lebih besar dari ema-26 maka nilai MACD positif dan area MACD berada diatas nol yang menandakan uptrend sedang kuat, sebaliknya ketika garis ema-12 berada dibawah garis ema-26, nilai MACD negatif dan area MACD berada dibawah garis nol yang mengisyaratkan terjadinya downtrend. Perhatikan ketika garis ema-12 dan ema-26 sama atau berpotongan (cross), maka nilai MACD tepat berada pada garis nol.

Sinyal buy terjadi bila MACD memotong garis signal dari arah bawah (titik 1 dan 3 pada gambar), yaitu pada saat terjadi momentum oversold, sedang sinyal untuk sell terjadi bila MACD memotong garis sinyal dari arah atas (titik 2) atau pada saat terjadi momentum overbought. Sinyal exit bila MACD memotong garis sinyal pada arah yang berlawanan dengan saat entry. Jika entry buy pada titik 2, exit bisa pada titik 3, dan jika entry sell pada titik 1, exit pada titik 2.

OSMA (histogram)

OSMA atau Oscillator’s Moving Average, atau lazim disebut histogram adalah selisih antara nilai MACD dan garis signal. Pada platform standard Metatrader indikator yang merupakan bagian dari MACD ini disebut OSMA dan disajikan terpisah dengan indikator MACD, sedang pada platform trading lainnya MACD dan histogram ditampilkan bersamaan. Namun ada beberapa broker dengan platform Metatrader membuat tampilan yang disatukan seperti pada tampilan garis gambar diatas.

Banyak trader yang menganggap indikator histogram lebih penting dari MACD itu sendiri. Seperti tampak pada gambar diatas, area histogram positif (lebih besar nol) ketika MACD berada diatas garis signal dan negatif ketika MACD berada dibawah garis signal. Ini menunjukkan percepatan gerakan harga yang artinya kekuatan trend yang sedang terjadi. Makin lebar area histogram berarti pergerakan harga makin cepat yang ditunjukkan oleh jarak MACD dan garis signal yang makin lebar, dengan demikian trend yang terjadi semakin kuat. Area histogram yang berada diatas garis nol menunjukkan keadaan bullish dan dibawah garis nol menunjukkan keadaan bearish. Level puncak dan lembah histogram juga menunjukkan level overbought dan oversold.

Seperti diketahui, banyak trader profesional yang menggunakan pengamatan divergensi dari beberapa indikator yang berbeda sebagai salah satu alat konfirmasi sebelum melakukan transaksi. Cara trading dengan pengamatan divergensi tidak hanya digunakan di pasar forex, tetapi juga populer diterapkan di pasar saham dan komoditas karena para pelaku yang menggerakkan harga pasar mempunyai karakteristik yang hampir sama. Dalam artikel ini dicontohkan bagaimana cara trading dengan memanfaatkan divergensi pergerakan harga dan indikator MACD yang cukup efektif.
Divergensi (divergence) adalah keadaan dimana arah pergerakan indikator dan arah pergerakan harga berbeda. Indikator yang dimaksud adalah jenis oscillator yang menunjukkan overbought dan oversold yaitu MACD, RSI, stochastic oscillator, CCI, William%R. Dengan mengamati divergensi tersebut kita bisa memprediksi akan terjadinya pembalikan arah gerakan harga dalam waktu dekat, sesuai dengan arah pergerakan indikator.
                          
Pada keadaan divergensi bearish, pergerakan harganya bullish dengan terbentuknya level-level puncak yang baru, tetapi pergerakan indikatornya berlawanan, gagal membentuk level puncak dan bergerak bearish. Keadaan ini mengisyaratkan bahwa akan terjadi pembalikan arah pergerakan harga bearish dalam waktu dekat. Untuk divergensi bullish keadaannya sama dengan divergensi bearish hanya arah pergerakannya berlawanan.
Divergensi bisa terjadi pada semua time frame trading dan dapat diterapkan pada semua pasangan mata uang dengan baik, hanya saja makin tinggi time frame-nya makin jarang terjadi divergensi. Keuntungan trading dengan cara ini adalah keadaan divergensi yang sangat mudah diamati, dan bagi pengguna platform Metatrader telah tersedia indikatornya yang langsung menunjukkan divergensi pada platform trading.
Berikut contoh pada EUR/USD 15 minutes dengan indikator yang sering digunakan yaitu MACD dengan setup standard (12,26, SMA9).
               
Dari chart diatas tampak kondisi divergensi bullish. Level support kita tetapkan pada level terendah formasi double bottom yang terbentuk, dan level resistance pada titik pembalikan trend sebelumnya (bullish pendek) yang telah tertembus (break). Dari divergensi yang terjadi dan formasi bar yang terbentuk kita bisa segera menentukan entry point ketika pembalikan ke arah bullish sudah terkonfirmasi, yaitu dengan adanya: 1. pola double bottom, 2. penolakan (rejection) pada level supportnya (formasi candlestick bullish rejection), 3. pin bar yang terbentuk pada formasi price action-nya.
Level stop loss kita tentukan sedikit dibawah support dan take profit pada sekitar level resistance-nya. Risk/reward ratio bisa sekitar 1:1.5 sampai 1:2.
Contoh lain pada EUR/USD 1 minute:
                   
Contoh diatas adalah divergensi bearish dengan konfirmasi entry pada penolakan (rejection) di level resistance-nya (resistance-2), formasi candlestick bearish rejection, dan pola triangle yang terbentuk (triangle simetris dan break kearah bawah / reversal).
Pada dasarnya divergensi adalah sinyal bahwa gerak rally atau gerak kontraksi yang terjadi akan segera berakhir dan berbalik arah. Keadaan divergen bisa terjadi disebabkan buyer/seller terakhir masih mencoba menggerakkan harga keatas/kebawah, sementara mayoritas trader telah berhenti melakukan pembelian/penjualan untuk mengantisipasi terjadinya koreksi harga pasar.
Sumber : www.fxtsp.com
Ame Suzako

Moving Averge ( MA )

Moving average memperjelas arah trend dengan memperhalus fluktuasi pergerakan harga. Hal ini dilakukan dengan mengambil rata-rata dari penutupan harga selama periode tertentu. Misalnya simple moving average (sma) 50-day akan menjumlahkan harga penutupan selama 50 hari terakhir dan dibagi dengan 50. Harga rata-rata dinamakan moving karena menghitung harga rata-rata baru pada setiap bar harga. Untuk sma 50-day, setiap harinya harga penutupan baru akan ditambahkan ke harga total sementara harga awal akan dikurangkan hingga jumlah harga penutupan yang diperhitungkan tetap selama 50 hari.

Periode moving average yang populer digunakan dalam trading forex adalah 5-day (data harga penutupan dalam seminggu), 20-day (data harga penutupan sekitar sebulan), 50-day, 100-day dan 200-day. Semakin pendek periode waktu moving average semakin cepat indikator ini bereaksi terhadap perubahan arah trend. Semakin panjang periode waktunya semakin besar efek penghalusan (smoothing), yang ditunjukkan dengan sedikitnya kesalahan sinyal-sinyal yang dihasilkan (whipsaws). Sama dengan garis trend, sudut garis indikator moving average menunjukkan kekuatan arah trend saat ini.Indikator moving average sering disebut juga dengan garis trend otomatis (automated trendline). Setiap periode moving average menunjukkan tingkat trend yang berbeda-beda.



Disamping sma, jenis moving average lainnya yang populer adalah exponential moving average (ema). Ema memberikan bobot lebih pada perubahan harga yang terakhir sehingga lebih tanggap (responsif) terhadap arah perubahan harga. Contoh berikut menggambarkan perbandingan antara sma dan ema:



Dalam prakteknya, para analis sering menggunakan tiga indikator moving average dengan periode yang berbeda-beda. Satu moving average untuk trend jangka pendek (misalnya 5-day), satu lagi untuk trend jangka menengah (misalnya 50-day) dan yang ketiga untuk trend jangka panjang (biasanya 200-day). Moving average memberikan sinyal dari interaksi antar garis indikator tersebut atau antara garis indikator dengan pergerakan harga. Jika Anda menggunakan sebuah indikator moving average, sinyal buy dihasilkan saat penutupan harga berada diatas garis indikator, dan sinyal sell terjadi saat penutupan harga dibawah garis indikator. Moving average dengan periode waktu yang lebih panjang (misalnya sma 100-day) sering kali menunjukkan level-level support (pada uptrend) atau resistance (pada downtrend) yang cukup kuat.



Jika Anda menggunakan dua buah moving average dengan periode yang berbeda, misalnya 5-day dan 21-day maka sinyal buy terjadi bila periode moving average yang lebih pendek memotong periode yang lebih panjang kearah atas, dan sinyal sell terjadi jika periode yang lebih pendek memotong periode yang lebih panjang kearah bawah. Untuk konfirmasi, Anda bisa menggunakan indikator MACD untuk mengantisipasi perpotongan garis kedua indikator tersebut. Contoh kombinasi dua moving average yang populer adalah 5 dan 21-day, 5 dan 55-day, 5 dan 100-day, dan 50 dan 200-day.


Karena moving average terbilang sederhana dan cukup obyektif dalam menentukan trend, maka indikator ini sering digunakan sebagai acuan dalam trading forex.

Sumber : www.forexhit.com :
Ame Suzako

Parabolic SAR ( Stop and Reverse )

Indikator parabolic SAR atau parabolic Stop and Reverse (disingkat pSAR) adalah salah satu indikator yang dibuat oleh J. Welles Wilder. Indikator ini sangat cocok digunakan pada kondisi pasar yang trending dengan tujuan untuk mengetahui momen pembalikan arah trend (reverse). Sesuai dengan namanya, trader lazim menggunakan pSAR untuk memperoleh sinyal exit (exit point), dimana posisinya mesti di-stop, karena trend akan segera berbalik arah (reverse).

Indikator ini bekerja dengan baik pada pasar yang trending dengan kuat, semakin kuat trend semakin akurat. Sebaliknya untuk pasar yang sideways (ranging), indikator ini sering kali menghasilkan sinyal yang salah. Selain itu indikator ini bisa digunakan pada semua time frame.

Berikut contoh tampilan indikator pSAR pada chart EUR/USD 4-hour. Indikator pSAR tampak pada titik-titik berwarna merah.

Parameter pSAR dan penggunaannya

Dalam menentukan titik pembalikan trend, pSAR dihitung berdasarkan parameter harga pasar dan waktu. Dinamakan parabolic karena kurva titik-titik tersebut menyerupai kurva parabola. Prinsip perhitungan indikator ini hampir sama dengan moving average hanya pSAR bergerak dengan percepatan yang lebih tinggi dengan tampilan berupa titik-titik yang posisinya berubah sesuai dengan pergerakan harga.

Seperti tampak pada gambar diatas, ketika pasar uptrend, titik-titik pSAR berada dibawah harga dan ketika downtrend titik-titik pSAR berada diatas harga. Titik-titik pSAR tersebut juga akan berubah posisi ketika terjadi koreksi. Panjang kurva pSAR bergantung pada skala pergerakan harga.

Jika trader telah membuka posisi buy, maka dianjurkan untuk exit ketika harga bergerak dibawah titik pSAR, atau titik pSAR telah berubah dari bawah ke atas (titik B pada gambar atas). Demikian pula jika trader telah membuka posisi sell, maka dianjurkan untuk exit ketika titik pSAR berubah posisi dari atas ke bawah atau harga berada diatas titik pSAR (titik A dan C pada gambar atas).

Parameter pSAR dihitung dengan formula:

SAR(i) = SAR(i-1)+AF x (E-price(i-1)-SAR(i-1)), dimana:
SAR(i-1)  adalah nilai titik pSAR pada bar sebelumnya.
AF adalah faktor akselerasi (Acceleration Factor). Nilai default diset pada step = 0.02 dan maximum = 0.2.
E-price(i-1) adalah harga tertinggi atau terendah pada periode sebelumnya.

Trailing stop dengan titik-titik pSAR

Jika Anda terbiasa menggunakan strategi trailing stop untuk memaksimalkan profit, maka dengan indikator pSAR akan lebih efektif dan mudah menentukan level-level stop atau titik-titik exitnya. Jika pasar uptrend, atur level trailing stop Anda ke arah atas sesuai dengan titik-titik pSAR, sedang untuk downtrend, atur level trailing stop ke arah bawah sesuai dengan titik-titik pSAR.

Berikut contoh penggunaan titik-titik pSAR untuk menentukan level trailing stop pada pasar uptrend:




Sumber :
www.forexrealm.com
Ame Suzako

Heiken Ashi, Indikator

$3000.. hehehehee lumayan... bisa gak trading sebulan uy...

indikator ini saya dapet di sebuah forum yg saya lupa pa nama forum tsb.. buat forum tsb n moderatornya 'saya ucapkan terimakasih.

indikator ini tidak memerlukan teknik khusus.. cukup hanya jika anda percaya sama ini indikator , dan jgn percaya sama perasaan yg tak menentu... maka saya rasa resiko rugi anda akan terminimalisir dan untung anda akan maksimal.


contoh gambar diatas merupakan standar paabrik indi tsb.. akan tapi saya kombinasikan sama indikator yg laen.. seperti ZIGZAG nrp, ADX,parabolic sar,bolingerbans, dan lwma3 low dan high

 contoh gambar
jika anda ikutin saran saya yg diatas saya yakin n mudah mudahan anda selalu profit... dan bagi para master mohon masukannya jika ada yg kurang.

sebelum mencoba di live silahkan anda tes dg virtual terlebih dahulu indi ini selama 1 minggu dan rasakan manfaat indi tsb serta mengetahui kekurangan indi ini... JANGAN LANGSUNG ANDA COBA LIVE saya takut karena anda belum mengenal karakter indi ini maka lose menanti anda.
orang bijak berpikir dahulu sebelum melakukan

gambar diatas merupakan ciri day trader yg selama ini cara yg saya suka
apabila anda mau scalping .... cukup dg tf15.. melototin trus tu chart ,untuk menunggu zigzag nrp keluar..... jika sudah muncul cepat cepatla op dg arah zigzag,... saya jamin deh... dapet $$$$$$$$$ tp terserah anda

silahkan anda download file tsb...

DOWNLOAD file 1


DOWNLOAD file2

DOWNLOAD file3


semoga sukses.

indikator forex - forex indonesia - trading forex - forum forex - belajar forex - FOREX - forex broker - forex online - on line forex - robot forex - forex signal - metatrader - metatrader 4 - forex trading system - forex scalping - forex market - forex gratis - best forex indicator


gambar 2012
gmbr diatas adalah perpaduan berbagai indikator yg ada di blog ini!!! dan dari indikator diatas saya tau kapan entry/exit dari market DOWNLOAD


Teori Rekonstruksi by: Ame Suzako

Indikator MA Guppy

Indikator ini ditemukan dan dikembangkan pertama kali oleh Daryl Guppy yang merupakan pendiri sekaligus Direktur dari Guppytraders.com Pty Ltd. Dimana Saat ini dia merupakan trader aktif yang men-Tradingkan berbagai produk berjangka. Sedangkan Buku terkenalnya ialah "The 36 Strategies of the Chinese For Financial Traders, Share Trading and Trading Tactics, Bear Trading, Chart Trading, Trading Asian Shares" (dicetak dalam bahasa mandarin).

Pada awal tahun 2008 dia juga menerbitkan buku yang berjudul "Snapshot Trading" (juga dalam bahasa Mandarin). Bukunya yang berjudul Trend Trading menjadi best seller yang dipublikasikan di Beijing.

Ia juga mengembangkan indikator Guppy Multiple Moving Average dengan Metastock, Omnitrader dan berbagai program grafik lainnya. Ia juga menyampaikan kursus terakreditasi mengenai analisa teknikal Singapore Stock Exchange and Society of Remisiers, di Singapura. Dia juga merupakan salah satu anggota kehormatan dari Australian Government Shareholders and Investors Advisory Council. Secara rutin ia juga menyampaikan komentar dan analisa pada acara CNBC yang bertajuk CNBC Asia Squawk Box.

Selain itu ia juga menjadi kontributor (penulis), untuk salah satu majalah Sydney Futures Exchange magazine, Your Trading Edge, Technical Analysis of Stocks and Commodities, Active Trader, Working Money, Bridge Trader, Australia's Shares and Personal Investment, Singapore's Smart Investor, The Edge, dan Personal Money di Malaysia.

Guppy Multiple Moving Average (GMMA)
Pada indikator Guppy Multiple Moving Average (GMMA), adalah sebuah perangkat indikator yang menghitung hubungan pada setiap Moving Average. Setiap grup MA dalam GMMA akan menghasilkan dua buah kekuatan besar dari market yaitu trader dan investor. Indikator ini memberikan suatu gambaran pada kita tentang hubungan tepat antara metodologi trading dengan GMMA. Indikator ini didesain untuk menjelaskan aktifitas trend harian atau basis intraday (trading selama beberapa jam).

Grup Moving Averages yang digunakan ialah Moving Averages dalam jangka pendek. Dimana para Trader dapat selalu melihat setiap perubahan dari trend ini. Kelompok MA itu adalah 3, 5, 8, 10, 12 dan 15. Grup Moving Averages dibuat untuk menentukan suatu trend. Jika tidak ada trend, maka indikator ini menjadi tidak berfungsi. Artikel Guppy MA direlease pertama kali pada artikel Trend Trading (tanggal 4 April) oleh Daryl Guppy.

Seorang Trader akan masuk market pada saat terlihat ada perubahan dalam Moving Average. Mereka selalu menganstisipasi adanya perubahan trend. Trend yang kuat akan sangat membantu bagi para investor jangka panjang. Para investor lebih suka menggunakan indikator Moving Averages untuk jangka panjang.

Aplikasi
Secara natural pada indikator ini digunakan untuk mengukur sebuah trend. Indikator ini dapat diterapkan pada trading jangka panjang dan trading harian. Secara singkat untuk menampilkan indikator Guppy adalah dengan menggabungkan dalam grafik MA anda periode : 3, 5, 8, 10, 12 dan 15 (untuk Guppy jangka pendek), dan MA 30, 35, 40, 45, 50 and 60 (untuk Guppy jangka panjang). Ingin Lihat Hasilnya >


www.Masza.cz.cc